Fokus1News, Jakarta - Pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, dilakukan mulai Rabu, 14 Januari 2026.
Pembongkaran itu disaksikan Gubernur Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso alias Bang Yos bersama Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai pembongkaran tiang besi pertama dilakukan Pramono di sisi timur Stasiun LRT Setiabudi Utara lantaran PT Adhi Karya selaku penanggung jawab proyek tak kunjung melalukan pembersihan monorel. Padahal Pemprov telah menyurati Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran.
"Kami mulai melakukan penataan Jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel yang sudah 21 hingga 22 tahun," kata Pramono.
Pramono Anung sebelumnya berterima kasih kepada pihak Kejati Provinsi Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah mendukung penataan tiang monorel.
"Tentunya untuk melakukan ini prosesnya panjang. Dan secara khusus saya berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta yang telah memberikan support sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini, dan juga KPK," ujar Pramono lagi.
Pramono mengatakan Pemprov DKI telah menyediakan anggaran sekitar Rp254 juta untuk membongkar tiang monorel itu diserahkan pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Namun untuk keseluruhan termasuk penataan pedestrian, taman dan jalan, pihaknya menyediakan total anggaran sekitar Rp102 miliar.
"Sehingga sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp100 Miliar itu bukan motongnya (biaya potong), motongnya hanya Rp254 Juta," katanya.
Pramono melanjutkan, total ada 109 tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. "Semuanya akan ditata rapi. Dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pembongkaran tiang monorel mangkrak itu akan fokus di Jalan Rasuna Said terlebih dulu."Kita menata Rasuna Said saja, sepanjang 3,5 kilometer," ujar Heru.
Heru mengatakan, pihaknya akan merapikan Jalan Rasuna Said sisi timur yakni meliputi jalur cepat, jalur lambat dan trotoar.
Nantinya, area tersebut akan dibuat sama seperti Rasuna Said sisi barat yang sudah lebih dulu rapi.
"Sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi timur, jalur cepat, jalur lambat dan trotoar akan kita tata. Nantinya hilang (pemisahnya). Sama seperti di sisi barat," jelas Heru.
Lebih lanjut, Heru mengatakan setelah jalan bekas tiang monorel tersebut dihilangkan, nantinya kedua jalur tersebut akan menyatu.
Dengan demikian, nantinya jalur tersebut hanya ada satu jalur busway dan tiga jalur reguler."Jadi, kalau mau lihat jadinya seperti apa, lihat ke jalan di sebelahnya," ucap Heru.
Posting Komentar