Fokus1News, Jakarta - Awal Tahun 2026 pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kamis (12/2/2026).
Di tengah lonjakan tersebut, BYD tampil sebagai pemain paling dominan dengan penguasaan pasar di atas 60 persen.
Head of Marketing PR and Government BYD, Luther Pandjaitan, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per Januari 2026, BYD berhasil mencaplok lebih dari 60 persen pangsa pasar mobil listrik di Indonesia. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 50-60 persen.
“Angka partisipasi BYD sudah mencapai 60 persen lebih dari total market EV. Jika tahun lalu kita masih di angka 50–60 persen, artinya di awal 2026 ini awareness dan kepercayaan konsumen terhadap BYD semakin naik signifikan,” ujar Luther.
Dominasi tersebut tidak lepas dari strategi BYD yang menghadirkan lini produk di hampir seluruh segmen kendaraan listrik. Model seperti BYD M6 dan Atto 3 masih menjadi kontributor utama penjualan, khususnya di segmen konsumen keluarga. Di sisi lain, C-Lion 7 mencatatkan performa penjualan yang cukup mengejutkan, sementara Denza mulai memperkuat posisi BYD di segmen kendaraan listrik premium.
“Saat ini BYD adalah brand EV dengan produk paling komplit. Kami mengisi kekosongan dari sisi fitur, keterjangkauan harga (affordability), hingga jarak tempuh (range). Kami mencoba memenuhi semua kebutuhan pelanggan,” tambah Luther.
Di tengah tren sejumlah produsen yang memangkas harga hingga 10 persen untuk menarik minat pasar, BYD justru memilih untuk tidak terlibat dalam perang harga. Perusahaan menegaskan fokusnya tetap pada kualitas dan nilai produk.
“Kami tidak mau masuk ke pertarungan harga. Kami merasa percaya diri dengan nilai yang diterima konsumen dibandingkan dengan harga yang dibayarkan. Harga hanyalah salah satu indikator, tapi teknologi dan kualitas adalah yang utama,” tegas Luther.
Ke depan, dominasi BYD diperkirakan akan semakin kuat seiring dengan kesiapan pabrik BYD di Indonesia yang kini memasuki tahap akhir. Perusahaan telah mengantongi empat sertifikat penting, termasuk sertifikat IKD untuk kendaraan listrik, dan saat ini tengah menjalani proses commissioning untuk memastikan produksi lokal berjalan sesuai standar zero error.
Dengan penguasaan pasar yang telah menembus 60 persen, BYD kini tidak lagi sekadar menjadi penantang, melainkan telah menjelma sebagai pemimpin pasar yang menentukan arah perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.
Posting Komentar