Fokus1News, Jakarta - Sentimen pasar global yang berfluktuasi mempengaruhi Harga emas berjangka dunia turun 0,92% menjadi 4.432,56 USD per ons troy pada 7 September 2026 mencerminkan tekanan pada komoditas safe-haven.
Penurunan harga emas berjangka dunia menurut data dari Trading Economics menandai koreksi setelah kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir. Dalam periode 30 hari, harga emas tercatat naik 4,36%, sementara secara tahunan, kenaikannya mencapai 23,38% dibandingkan September 2025.
Harga emas sempat mencatatkan titik tertinggi sepanjang masa pada Januari 2026 di level 5.608,35 USD per ons. Meski demikian, proyeksi untuk akhir kuartal ketiga 2026 menempatkan harga emas pada 4.461,37 USD per ons, dengan target 4.862,08 USD per ons dalam 12 bulan ke depan.
Pergerakan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter bank sentral dan data ekonomi global. "Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap harga emas" menjadi pertanyaan yang kerap diajukan investor, mengingat korelasi historis antara kenaikan suku bunga dan penurunan permintaan emas.
Penurunan emas hari ini sejalan dengan tren beberapa komoditas lain pada 4 September 2026. Perak turun 1,45% ke 65,99 USD per ons, sementara tembaga naik tipis 0,30% ke 6,60 USD per pon. Lithium, yang sempat melonjak 102,69% tahun ini, turun 2,56% ke 152.000 USD per ton.
Saat ini, Amerika Serikat memegang cadangan emas terbesar di dunia dengan 8.133,46 ton per Juni 2026, diikuti Rusia dengan 2.282,98 ton. Cadangan ini menjadi salah satu indikator stabilitas ekonomi global yang memengaruhi permintaan emas.
Posting Komentar