Fokus1News, Jakarta - Polres Jakarta Selatan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran rumah Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Haerul Saleh di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa guna mengungkap penyebab pasti kebakaran, Senin (11/5/2026).
Pemeriksaan lokasi kebakaran melibatkan tim Inafis serta Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di bawah pimpinan langsung Kapolres Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan.
Kepala seksi (Kasi) Humas Polres Jaksel, AKP Joko Adi, menjelaskan telah melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran secara kolektif demi mendapatkan kepastian mengenai titik awal api dan pemicunya.
"Polisi telah melakukan olah TKP dan ditemukan barang barang yang diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Terhadap barang temuan dimaksud saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di Puslabfor Mabes Polri," jelas AKP Joko Adi.
Berdasarkan keterangan awal dari kepolisian, Haerul Saleh berada di lantai empat bangunan saat peristiwa berlangsung. Pihak berwenang saat ini tengah mendalami kronologi aktivitas yang dilakukan korban sesaat sebelum kebakaran terjadi.
"Jadi informasi, bapak korban ini sedang bersama dengan yang membantu, sedang melakukan aktivitas. Namun lebih jelasnya tentunya nanti kita akan lakukan penyelidikan, dan saat ini kami sedang menunggu tim identifikasi dan tim Labfor dari Mabes Polri," ujar AKP Joko Adi.
Laporan mengenai musibah ini diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 07.53 WIB setelah warga sekitar melihat gumpalan asap di bagian atap rumah yang beralamat di Jalan Teratai Blok G8 tersebut.
Kepala Suku Dinas (Kasudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal, menyatakan bahwa kesaksian warga di lokasi menunjukkan tanda-tanda api berasal dari bagian atas bangunan.
"Berdasarkan Informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar," kata Asril Rizal.
Hingga saat ini, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada adanya cairan kimiawi tiner yang mudah terbakar di lokasi kejadian.
Penyelidikan mendalam masih terus berjalan untuk memastikan akurasi temuan lapangan tersebut.
Posting Komentar