Fokus1News, Bekasi - Kebakaran akibat ledakan tabung gas elpiji hanguskan gudang Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Rabu (1/4/2026) malam.
Warga sekitar gudang di kejutkan Kobaran api yang besar disertai suara ledakan membuat warga menjauh dari lokasi.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di samping pemukiman kawasan perumahan Bekasi Timur Regensi 7 Kota Bekasi. sehingga memicu kepanikan luar biasa.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi menerjunkan sejumlah 15 unit armada, 12 regu dengan menurunkan 72 personil ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung mengerahkan 15 unit armada ke lokasi untuk melakukan pendinginan.
“Kami mengirimkan sebanyak 15 unit kendaraan. Sejak pukul 01.00 WIB sudah melakukan proses pendinginan,” jelas Heryanto.
Heryanto menyebutkan ledakan yang menyebabkan kebakaran akibat adanya arus pendek listrik meluas ke ruangan gudang.
“Dugaan sementara adalah adanya arus pendek listrik yang kemudian menyebabkan kebakaran dan meluas ke seluruh area,” ujar Pelaksana
Menurut Heryanto, titik awal kebakaran diduga berasal dari dalam area SPBE. Bahkan, sebelum api membesar, sempat terjadi satu kali ledakan saat proses pengisian mobil tangki gas.
Ia menambahkan, proses pendinginan terus dilakukan hingga gas benar-benar habis agar api padam sepenuhnya.
“Saat ini masih terus kami dorong pendinginannya supaya selesai gasnya, baru bisa padam,” katanya. Heryanto menyebutkan, akibat kebakaran tersebut, kondisi SPBE mengalami kerusakan berat. Meski demikian, petugas berhasil mengamankan tangki gas berkapasitas besar yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas. “Di belakang ada tangki elpiji sekitar 50.000 kilogram. Alhamdulillah bisa kita amankan. Kalau sampai terbakar, itu paling berbahaya,” katanya.
Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan metode khusus untuk menangani kebakaran berbahan gas, yaitu menggunakan foam atau cairan seperti deterjen untuk mempercepat api padam. Ia menegaskan, penanganan kebakaran gas membutuhkan kehati-hatian tinggi karena berisiko menimbulkan ledakan susulan.
Heryanto juga menyoroti lokasi SPBE yang berada di tengah permukiman padat penduduk, sehingga api cepat merembet ke bangunan warga. “Di belakang ada rumah, di samping juga ada rumah,” katanya.
Hingga saat ini, api telah berhasil dikendalikan, namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Posting Komentar