Fokus1News, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf dan evaluasi segera terkait keracunan 72 siswa sekolah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Minggu (5/4/2026).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung penuh biaya pengobatan seluruh korban.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik.
Langkah tegas dilakukan BGN dengan menghentikan kegiatan SPPG Pondok Kelapa 2 sebagai bagian dari upaya pengamanan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dapur.
“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegas Nanik.
Berdasarkan pemeriksaan BGN berkoordinasi dengan pihak sekolah mendalami pemicu keracunan diketahui makanan spaghetti yang dikonsumsi para siswa dalam kondisi tidak segar.
Puluhan siswa yang menyantap menu spaghetti MBG mengalami mual hingga muntah-muntah.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan tidak segarnya menu MBG akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan waktu konsumsi.
Sehingga menurutnya, berpotensi menurunkan kualitas menu yang disajikan, yakni spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta stroberi.
“Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar,” kata Nanik.
Terkait hal tersebut, BGN menyatakan permohonan maaf dan bertanggung jawab menanggung biaya perobatan siswa.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” tutup Nanik.
Posting Komentar